08117992581

14 Guru SMK Jatim Lolos Magang ke Jerman Program Kemendikdasmen

$rows[judul] Keterangan Gambar : Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu

Surabaya, A1BOS.COM - Sebanyak 14 guru SMK asal Jawa Timur lolos seleksi nasional Program Magang Luar Negeri 2026 Kemendikdasmen dan akan mengikuti peningkatan kompetensi di Jerman selama tiga bulan.

Mereka terpilih dari 50 guru SMK berbagai daerah yang mendapat kesempatan mengikuti program tersebut. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai membenarkan terpilihnya 14 guru dari Jatim.

“Ini menjadi prestasi tersendiri karena guru-guru di Jawa Timur mampu membawa nama Jatim untuk magang kerja di luar negeri,” ungkap Aries, Rabu (2/9/2026).

Dari total 50 peserta, 14 di antaranya berasal dari Jawa Timur. Aries menyebut kuota program tersebut terbatas dan proses seleksinya ketat.

‘‘Dari kuota 50, 14 guru terpilih dari Jatim. Itu sangat luar biasa,’’ ujarnya.

Ke-14 guru tersebut ialah Ade Priyo Widhikdo dari SMKS Semen Gresik, Aftoni Heri Septian Pamungkas dari SMK Negeri 3 Tuban, Dhani Trie Prasetyo dari SMK Negeri 3 Buduran, Miftah Ilhami dari SMK Negeri 2 Sampang, Rozaq Mustofa Lutfi dari SMK Negeri 2 Pamekasan, Shodiq dari SMK Negeri 10 Malang, dan Suharianto dari SMK Negeri 1 Gedangan.

Berikutnya Abdian Putra Primana dari SMK Negeri 1 Udanawu, Angga Panca Alam Anugrah dari SMKS Krian 2 Sidoarjo, Galih Heri Sasongko dari SMK Negeri 1 Bangil, Habibah Eky Gumilar dari SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Hermawan dari SMK Negeri 2 Singosari, Rizki Alviyansyah dari SMK Negeri 1 Singosari, dan Pujirianto dari SMK Negeri 1 Bando Magetan.

Secara nasional, Kemendikdasmen melepas 50 guru SMK untuk mengikuti program magang tersebut. Para peserta akan mengikuti pembelajaran di dua institusi di Jerman.

Sebanyak 34 guru mengikuti pembelajaran di Dresden University of Technology. Sementara 16 guru lainnya mengikuti program di Festo Germany.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan peserta program telah melewati proses seleksi ketat.

“Peserta yang berangkat ini adalah guru-guru SMK yang terseleksi dengan sangat ketat. Bapak Ibu berangkat bukan karena ditunjuk, berangkat karena memang Bapak Ibu layak untuk dapat berangkat mengikuti program ini,” kata Mu’ti saat pelepasan di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Mu’ti berharap pengalaman yang diperoleh para guru selama di Jerman dapat ditransformasikan kepada guru SMK lainnya dan berdampak langsung kepada siswa.

“Ada trickle-down effect, ada proses di mana Bapak Ibu sekalian dapat mentransformasikan pengalamannya kepada guru-guru SMK yang lainnya,” ujarnya.

Menurut Mu’ti, penguatan kompetensi guru SMK juga harus bermuara pada kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja sekaligus membangun jiwa kewirausahaan.

“Kesiapan para murid SMK untuk berwirausaha menjadi bagian penting dari program peningkatan kualitas SMK,” tambahnya.

Aries juga berharap pengalaman para guru selama di Jerman tidak berhenti pada peningkatan kompetensi pribadi. Ilmu dan pengalaman itu diharapkan dibawa kembali ke sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran vokasi.

“Harapan kita setelah mereka magang kerja di luar negeri dan kembali ke Indonesia, mereka menjadi guru yang tentunya bisa diimplementasikan dalam kinerja untuk memberikan dampak terhadap mutu pendidikan, terutama pendidikan vokasi,” jelasnya.

Program Magang Luar Negeri 2026 tersebut mencakup bidang teknologi manufaktur dan rekayasa, teknologi konstruksi dan bangunan, serta energi dan pertambangan. Pendanaan peserta turut dibantu melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).(bs)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)