08117992581

Majukan Pendidikan di Kota Metro, Alumni Dewan Pendidikan Ajak Pemkot Berpikir Bersama

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Alumni Dewan Pendidikan Kota Metro periode 2005-2015 menggelar temu kangen di Rumah Makan Pawon Mas Kota Metro, Sabtu (09/03/2024). 

Dikatakan Ketua Dewan Pendidikan Kota Metro periode 2005-2015, Koes Sudiarto, giat tersebut merupakan temu kangen para alumni Dewan Pendidikan guna mengungkapkan unek-uneknya.

"Tadi ada masukan Bapak Walikota itu mengundang kami, bukan kami yang mengundang Walikota kan kebalik. Kami ini ingin Metro ini berjaya seperti dahulu," ujarnya.

Ia menuturkan, pada zaman dahulu Dewan Pendidikan Kota Metro selalu memberikan masukan kepada Walikota Metro guna membangun Metro benar-benar menjadi Kota Pendidikan.


"Kami tidak tau kalau yang sekarang itu seperti apa. Ini semuanya itu dongkol atau mantan anggota Dewan Pendidikan 2005-2015," tuturnya.

Ia berharap, kedepan Dewan Pendidikan Kota Metro harus hidup dan benar-benar bergerak dalam membangun Kota Metro.

"Kami enggak tau yang sekarang ini, kalau kami di jaman Pak Lukman itu hebat sekali dari keperluan Dewan Pendidikan, karena beliau itu ingin sekali Metro itu pintar. Beliau mendirikan rumah pintar sampai beliau itu membawa kami ke Palembang, Jogja dan Bandung untuk studi banding, karena Pak Lukman itu menyadari pendidikan itu sangatlah penting, artinya beliau konsentrasi sekali dengan pendidikan," jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan mantan Walikota Metro, Lukman Hakim, arti kata pendidikan sangatlah luas.

"Dan kemudian posisi awal Dewan Pendidikan disaat saya menjabat sebagai Walikota Metro itu mempunyai tugas yang berat, untuk mengawal program-program pendidikan di kota ini," terangnya.

Ia memaparkan, orang-orang yang ditunjuk sebagai Dewan Pendidikan adalah orang-orang yang paham dan ngerti tentang pendidikan secara umum.

"Bekas kepala sekolah, baik yang aktif maupun yang sudah tidak aktif, orang-orang yang ngerti banget tentang pendidikan secara umum tentang pendidikan," kata Lukman 

Pihaknya menjelaskan, orang-orang yang dipilih untuk menjadi Dewan Pendidikan bukanlah ia yang pernah menjadi tim sukses, orang-orang terdekat.

"Setelah 5 tahun saya berjalan dengan baik dan bisa memberikan masukan kepada saya, terus terang pencetus visi Kota Pendidikan yang pertama adalah saya pencetusnya sebagai Walikota," terang Lukman Hakim.

Lukman Hakim memaparkan, pada zaman pemerintahannya menjadi Walikota, visi Kota Metro sebagai Kota Pendidikan yang paling utama adalah integritasnya.

"Saya melihat Kota Pendidikan di Metro sangat baik, maka penguatan Dewan Pendidikan saya lakukan dan inilah orang-orangnya saya hadirkan yang betul-betul membantu Pemerintah Daerah kota ini dalam hal memunculkan program-program pendidikan secara umum," ungkapnya.

Menurutnya, pendidikan bukanlah karena fasilitas gedung sekolah yang megah.

"Tapi bagaimana pengajarnya (para guru-gurunya), bagaimana kurikulum dan sebagainya masuk semua di dalam. Maka kami tadi berdasarkan pengalaman dan keprihatinan terhadap pendidikan saat ini memberikan rekomendasi tiga masalah," bebernya.

Lukman menyampaikan, disaat dirinya memimpin Kota Metro selama 10 tahun secara fisiknya sudah dipersiapkan, diantaranya Rumah Pintar.

"Pada setiap Kelurahan sudah ada Rumah Pintar selanjutnya bagaimana tinggal mengisi melengkapi mengoperasionalkan Rumah Pintar. Kemudian yang kedua tentang bagaimana manajemen pendidikan persekolahan yang secara formal meningkatkan kualitas. Dan yang ketiga adalah bagaimana kita bisa melakukan koordinasi, komunikasi pada tingkat level-level yang lebih tinggi agar pendidikannya bisa diselaraskan. Metro tidak seharusnya bisa disamakan pendidikannya dengan kota-kota yang lain, tinggal sumberdaya pendidikan yang ada di Metro dengan kelengkapan pendidikan, Metro itu kecil-kecil 11 lebih perguruan tinggi yang ada di Metro ini, lain dari pada kabupaten/kota yang lain," imbuhnya.

"Kepada Pemerintah Kota dan Dewan Pendidikan Kota Metro untuk bersama-sama kembali berpikir bersama, bagaimana meningkatkan Kota Pendidikan yang sebenar-benarnya pendidikan yang hakiki," pungkasnya. (Aliando)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)